Dialita: Dunia Milik Kita

Salah satu kekuatan dari musik adalah kemampuannya untuk membawa pendengar pergi menjelajahi memori yang belum pernah dia tahu ada di dirinya. Tanpa sadar, otak manusia menyimpan setiap hal yang ada di sekitarnya. Entah itu melalui bau, suara, rasa maupun citra. Rangsangan tersebut bergabung menjadi sesuatu yang kita sebut sebagai memori. Karena sifatnya yang bagai spons di bawah sadar, kita tidak sadar atau bahkan tahu memori itu tersimpan. Dialita sukses membawa kita menjelajahi memori yang selama ini tidak kita hiraukan itu.

Entah saya sebelumnya pernah mendengar musik Dialeta dimana, tapi musiknya familiar betul. Saya mungkin pernah memungut pecahannya di Stasiun Solo Jebres, atau mungkin pula saya mendengarnya di acara live music lobby hotel. Saya membayangkan Indonesia, atau khususnya Jawa, di antara suara-suara merdu paduan suara ibu-ibu ini.

Dialita

Paduan suara Dialita, singkatan dari Di Atas Lima Puluh Tahun, beranggotakan keluarga atau mereka yang pernah ditahan karena tersangkut peristiwa Enam Lima. Album pertama Dialita, Dunia Milik Kita, pertama kali diliris oleh YesNoWave.com tanggal 17 Agustus 2016. Album ini berisi 10 lagu, kesemuanya diiringi oleh nama-nama dari skena lokal seperti Frau, Cholil Mahmud, Nadya Hatta & Lintang Radittya. Pun begitu, dalam liner notes yang termasuk dalam albumnya, Arman Dhani, memohon agar nama-nama diatas ditempatkan hanya sebagai figuran untuk menikmati album ini secara maksimal.

Beberapa lagu di album ini adalah lagu-lagu yang diciptakan oleh dua seniman yang menjadi korban peristiwa Enam Lima, Sudharnoto dan Subroto Atmodjo. Mereka menciptakan lagu-lagu ini semasa meringkuk dalam kamp kerja di Pulau Buru. Lagu lainnya adalah ciptaan Ibu Utati dan Ibu Mudjiati, dua anggota paduan suara yang pernah ditahan di Bukit Duri. Mereka mengumpulkan dan menuliskan kembali lagu-lagu semasa di penjara.

Album ini memberikan suatu perspektif baru dalam sejarah Enam Lima. Bahwa masa itu tidak melulu sesuai yang ada di dalam buku, ada seni budaya yang ikut hilang. Bagai seorang arkeolog, paduan suara Dialita berhasil mengangkat dan menghadirkan bagian itu setelah hilang selama 51 tahun.


album_art_yesno083
Track list

1. Ujian — Frau
2. Salam Harapan — Cholil Mahmud
3. Di Kaki-kaki Tangkuban Perahu — Sisir Tanah, Frau & Lintang Radittya
4. Padi Untuk India — Sisir Tanah
5. Taman Bunga Plantungan — Kroncongan Agawe Santosa
6. Viva Ganefo — Sisir Tanah
7. Lagu Untuk Anakku — Cholil Mahmud
8. Kupandang Langit — Frau & Lintang Radittya
9. Dunia Milik Kita — Cholil Mahmud & Lintang Radittya
10. Asia Afrika Bersatu — Nadya Hatta, Prihatmoko Catur & Lintang Radittya

Link Unduh: Yesnowave.com

Album dan isi lainnya di situs ini menggunakan lisensi Creative Commons BY-NC-SA. Anda bebas untuk mengolah-ulang dan membagikannya secara gratis asal mencantumkan sumber materi ini, tidak mengambil keuntungan komersial dan wajib menggunakan lisensi yang sama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s